60 views

Home / RAGAM

Rabu, 29 September 2021 - 15:41 WIB

PMII Sultra Lakukan Dialog Bertajuk Merefleksi Kebijakan Pemerintah Menangani Covid-19

Spread the love

SULAWESI TENGGARA – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Dialog Kepemudaan bertajuk ‘Refeleksi Efektivitas Kebijakan Pemerintah Dalam Menangani Pandemi Covid-19’, Rabu (29/9/2021) pukul 19.30 WITA.

Hadir pula beberapa pengurus Organisasi Kemahasiswaan lainnya sebagai opening speech, diantaranya ; Candra Arga (Ketua Badko HMI Sultra), Charlianus Poasa (Pengurus Pusat/PP PMKRI), dan Musrivin (Ketua GMNI Kendari).

Diskusi yang diselenggarakan secara online itu juga menghadirkan penulis buku ‘Bergerak Dalam Arus Wacana’, Falihin Barakati. Materi yang disampaikan begitu menstimulus peserta untuk menjadi kritis dengan memaparkan kebijakan pemerintah selama ini dalam menangani Pandemi Covid-19. Dimana dalam hipotesa awal berdasarkan dtaa yang dikeluarkan pemerintah, kebijakan yang dikeluarkan cukup efektif menekan kasus positif di Indonesia, Namun beberapa hal yang perlu dibenahi juga harus kita soroti.

Kata Falihin, kebijakan Pemerintah sebenarnya terbagi menjadi dua aspek, aspek Kesehatan dan Ekonomi.

“Pemerintah dalam aspek kesehatan selalu melakukan perubahan-perubahan kebijakan dalam menanggapi penyebaran Pandemi COVID-19,” ungkap Falihin, (29/9).

Perubahan itu, bagi Falihin dimulai dari penerapan protokol kesehatan, penerapan PPKM, hingga akhirnya menyelenggarakan Vaksinasi.

Sementara aspek Ekonomi, kata Falihin dilakukan dengan pemenuhan perlindungan sosial yang bersumber dari ADD, PKH dan BLT. Kemudian, pemenuhan Ekonomi Nasional, Program padat karya yang dilakukan oleh beberapa instansi terkait.

“Sekarang kita harus mengukur kebijakan Pemerintah. Setelah kita melalui beberapa kebijakan Pemerintah atau pasca dilakukannya kebijakan itu,” ajak Demisioner Pengurus PB PMII itu kepada para peserta Webinar.

Lanjut Falihin, baginya, dengan hadirnya Covid-19 di Indonesia telah membuka suatu realitas jika ada sistem kesehatan Negara Indonesia yang perlu dibenahi.

“Iya, salah satunya adalah berbagai alat kesehatan yang ada di Indonesia sekitar 94% itu berasal dari Negara lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Serba – Serbi Peramal Masa Depan

“Sehingga itu, kita mengukurnya ini adalah kelemahan kita yang hrus kita perbaiki,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

RAGAM

Serasa di Tahun 90an, Foto Aktivitas di Desa Berikut ini Akan Buat Anda Bernostalgia
Ilustrasi Melihat Diri Sendriri

RAGAM

15 Kalimat Bijak Pilihan untuk Diri Sendiri dari Para Tokoh

RAGAM

Serba – Serbi Peramal Masa Depan